| Infomasi Bisnis | Video Tutorial | Tips Bisnis | Bedah Peluang Usaha |

edoms

Adsense

BRI Syariah - Selamat Tinggal "Gratisan"

PELAKU UKM. Untuk sebagian dari Anda yang mempunyai rekening tabungan di BRI Syariah mungkin sudah merasa nyaman dengan layanan serba gratis. Ini karena BRI Syariah memang selama ini memberikan layanan gratis untuk hampir semua transaksi perbankan nasabahnya. Mulai dari gratis biaya bulanan, hingga semua transaksi ATM.

Kelebihan lainnya adalah fasilitas gratis transaksi ATM ini berlaku untuk semua transaksi ATM hampir di semua provider jaringan ATM di Indonesia. Ini artinya bahwa Anda bisa melakukan transaksi ATM menggunakan ATM dari bank manapun juga, gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Sebuah penawaran yang menggiurkan bukan? Terlebih dengan meggunakan nama "Syariah", tentu hal ini akan memberikan ketenangan bagi para nasabah yang beragama Islam.

Di tengah maraknya bermunculan bank-bank syariah di Indonesia, BRI Syariah ini memang bisa dibilang memiliki banyak fasilitas transaksi perbankan yang menarik, terutama dari sisi "gratis", yang tentunya ini menarik bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.

Namun berbagai fasilitas gratis tersebut nampaknya harus hilang, setidaknya untuk beberapa fasilitas gratis tentunya. Anda masih bisa menikmati fasilitas "gratis" itu, namun kali ini tidak seperti dulu.

Informasi resmi dari BRI Syariah, bahwa terhitung mulai 10 November 2014, beberapa fasilitas gratis tersebut akan dikurangi untuk beberapa jenis transaksi, dan juga disesuaikan untuk beberapa ketentuan administratif lainnya.

Apa saja ketentuan-ketentuan baru itu? Anda bisa simak pada gambar di wabah ini

Fasilitas BRI Syariah




Memulai Usaha Dengan Keluarga/Teman - Bagaimana Menjaga Profesionalisme Anda

bisnis keluarga
PELAKU UKM. Dari begitu banyak peluang usaha yang bisa Anda jadikan pilihan, apapun peluang usaha yang Anda pilih pada akhirnya baik itu peluang usaha rumahan maupun , mungkin tidak sedikit diantara Anda yang memilih untuk memulai usaha bersama keluarga atau teman Anda.

Pilihan ini biasanya diambil karena atas dasar pertimbangan modal, pengalaman, dan SDM. Umumnya, Anda akan lebih sering bersama dengan rekan usaha Anda ketimbang dengan orang lain, jadi sangat wajar jika Anda memilih untuk bekerja membangun usaha dengan orang yang Anda suka, bisa Anda percaya, dan Anda hormati. Dan biasanya, partner yang Anda pilih berasal dari keluarga ataupun teman Anda sendiri. Namun, seperti layaknya sebuah pernikahan, sebelum Anda memutuskan untuk menjalin hubungan usaha dengan orang-orang tersebut, Anda harus yakin akan bisa mengatasi semua persoalan yang kelak akan datang pada usaha bersama Anda.

Memulai sebuah usaha dengan anggota keluarga atau teman ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Anda harus menjalin sebuah hubungan usaha di mana anda harus tetap membuka mata Anda dan terus berpikir positif. Hal ini dikarenakan bahwa Anda akan terus bersama dengan orang ini memalui masa sulit dan masa senang, masa di mana usaha yang Anda rintis bersama orang ini tidak selalu mengalami kejayaan. Dan Anda harus sadar dan mengetahui bahwa Anda harus mempertahankan usaha yang sedang di rilis.

Lalu bagaimana Anda bisa melakukannya? Sebab, berbeda dengan berbisnis dengan orang lain, sebuah jalinan kerja dengan anggota keluarga atau teman memiliki atmosfer yang lain dari yang lain. Hal terbaik apa yang bisa Anda lakukan?

Hal paling utama

Anda harus membuat sebuah ketetapan mengenai arah tujuan usaha Anda, kemana arahnya, bagaimana mencapainya, dan siapa yang mengerjakan apa. Ini adalah sebuah usaha, terlebih lagi jika masih merintis dari awal. Sebuah ketegasan sangat perlu Anda tetapkan.

Tentukan juga mengenai aturan dasar mengenai hal-hal kecil, seperti misalnya bagaimana jika salah seorang nantinya tidak bisa datang ke kantor karena sakit atau mengambil libur. Kasus-kasus sepele seperti ini kadang bisa berujung konflik jika tidak segera dibuatkan sebuah ketetapan.

Menentukan kepemilikan

Dalam suatu perusahaan, bahkan pada usaha keluarga sekalipun, biasanya memiliki perbedaan dalam keterlibatan dalam uaha bersangkutan. Tentukan berapa jumlah persentase yang dimiliki. Mungkin Anda bisa membagi rata 50/50. Namun ini sangat tidak disarankan, karena pada kenyataannya, mungkin hanya salah satu saja yang bekerja secara full time, dan yang satu lagi hanya part time. Iya bukan?

Tentukan segera.

Buat sebuah kontrak kerja

Anda harus membuat sebuah kontrak kerja yang menjelaskan mengenai siapa yang bertanggung jawab pada apa, seberapa besar jumlah persentase kepemilikan seseorang, ketentuan jika salah satu dari Anda memutuskan untuk keluar dari kerja sama usaha itu, lalu bagaimana memecahkan konflik jika nantinya terdapat masalah di kemudian hari, dll.

Buat sebuah kontrak kerja yang resmi dan memiliki kekuatan hukum.

Demikian.
Semoga bermanfaat.

Bagaimana Memenangkan Hati Pelanggan Restoran Anda

pelayanan pelanggan
PELAKU UKM. Setiap pengunjung dengan mudah akan bisa melihat bagaimana pramusaji di sebuah restoran berjalan hilir mudik dari meja tamu yang satu ke meja lainnya. Bila ada tamu yang mengajak bicara atau menanyaka sesuatu, mereka berhenti sejenak untuk melayani dan menjawab, setelah itu meninggalkan meja tersebut dan mengerjakan tugas lainnya.

Dibelakang pintu kaca, berdiri seorang pramusaji yang siap membukakan pintu bagi tamu restoran yang akan masuk. Ia akan menyalami tamu yang masuk seraya menanyakan jumlah orang yang akan bersantap bersama dan apakah diantara tamu yang datang akan merokok, selanjutnya akan menunjuk ke sebuah meja seolah memang sudah disiapkan untuk tamu dan rombongan tersebut.

Tidak lama setelah tamu duduk di meja masing-masing, seorang pramusaji membawa daftar menu untuk mendapatkan pesanan dari setiap tamu yang baru datang tadi. Salah satu ciri khas mereka yang lain adalah cepat dalam berbicara. Ini karena mereka memang terbiasa bekerja dengan tempo tinggi.

Setelah pesanan datang, biasanya pramusaji pergi dan tidak akan mengganggu suasana makan para tamu kecuali mereka dipanggil untuk dimintai bantuannya. Setelah semua tamu selesai makan, seorang pramusaji akan menawarkan untuk membereskan piring-piring dan perlengkapan makan lainnya.

Efisien

Sampai di sini mungkin tidak ada yang aneh dari cerita di atas jika dibandingkan dengan pada umumnya sebuah restoran dioperasikan, bukan begitu? Yang menarik adalah pada aspek pengelolaan restoran ini yang sangat efisien dan sekaligus mendidik serta bisa mengembangkan para karyawannya.

Setiap pagi sebelum jam operasi, kita bisa melihat para pramusaji ini membersihkan jendela, pintu kaca dan seputaran area restoran baik di luar maupun di dalam restoran, juga meja dan kursi. Para pramusaji bertanggung jawab atas kebersihan dan pembersihan restoran sejak persiapan di pagi hari sampai dengan selesainya jam operasi di malam hari.

Mereka yang melakukan pembersihan pada semua bagian dari restoran itu sejak pagi, dan mereka berkewajiban untuk memelihara kebersihan tersebut sepanjang jam operasi. Setiap pramusaji terlibat di dalam usaha mengupayakan kebersihan dan kerapihan restoran. Lama-kelamaan terbentuklah kebiasaan hidup bersih dan mencintai kebersihan.

Tidak ada istilah "bagian kebersihan" atau cleaning service. UNtuk pemeliharaan kebersihan dan ketersediaan perlengkapan urinoar, secara berkala setiap pramusaji mendapat giliran untuk membersihkannya. Begitu pula alat makan yang ditinggalkan oleh para tamu, pembersihan dan perapihannya dilakukan oleh pramusaji yang sama sejak penerimaan pesanan dari meja tersebut.

Segala keluhan atas kebersihan restoran baik dari para tamu maupun dari manajemen restoran, merupakan penilaian langsung kepada setiap pramusaji. Tidak ada pihak yang bisa dipersalahkan lagi. Tidak ada juga jabatan portir di restoran ini, yang tugasnya hanya membukakan pintu saja, membersihkan lantai saja. Semua orang terlibat dalam kegiatan operasional.

Menyenangkan

Dengan menggunaka n seragam yang sama, tidak tampak ada perbedaan antara pramusaji yang satu degan lainnya. Mereka bergerak lincah kesana-kemarimengerjakan tugas mereka dengan langkah kecil setengah berlari, namun dengan sikap penuh riang. Meski mempertimbangkan jam kerja masing-masing pramusaji yang cukup panjang, pramusaji-pramusaji ini sama sekali tidak menunjukkan wajah letih dan lelah. Yang terlihat adalah ketulusan sikap untuk melayani setiap pelanggan.

Dengan perumusan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang jelas dan mengacu pada sasaran perusahaan, melalui pembagian tugas yang dibuat dan diselenggarakan secara kolektif, dan melalui pembiasaan yang disupervisi secara baik, terbentuklah sikap kerja yang saling mengisi diantara pramusaji. Setiap orang berusaha memberikan kontribusi pada tugas dan sasaran kelompok. Keberhasilan kelompok kemudian dinikmati sebagai keberhasilan individu. Begitulah visi pegelolaan restoran ini, paling tidak dari pengamatan dari luar.

Pelatihan

Apa yang terjadi pada cerita di atas tidak tejadi dengan sendirinya. Seorang pramusaji baru harus dilatih dan disupervisi secara ketat untuk bisa secepatnya membawa dirinya ke dalam komunitas karyawan yang memiliki etos kerja yang tinggi. Sasaran pelatihan yang diselenggarakan ditujukan pada peningkatan kualitas pelayanan melalui pembentukan kebiasaan kerja yang mendukung kepuasan pelanggan, yakni ketulusan, kecepatan, dan kebersihan.

Pelatihan tidak hanya memberikan teori di dalam kelas, dibutuhkan banyak sekali praktek di tempat kerja sambil diberikan umpan balik kepada setiap pramusaji tentang hal-hal baik yang sudah dicapainya juga sebaliknya. Pelatihan yang baik selain akan meningkatkan kemampuan kerja, juga akan berpengaruh positif pada pembentukan sikap hidup karyawan.

Konklusi

Kepuasan pelanggan sering didekati oleh perusahaan, terutama perusahaan bidang jasa dengan menyediakan fasilitas lengkap dan mewah. Meskipun terkadang hal itu cukup mendukung, namun jauh lebih penting meskipun sulit adalah melatih dan membentuk sikap melayani yang didasari ketulusan. Dengan sikap ketulusan sikap inilah kerja sama serta suasana kerja yang menyenangkan dapat dibentuk.Pelanggan akan sagat terkesan dan menikmati suasana seperti ini. Kehadiran karyawan memberikan rasa senang, percaya, dan nikmat.

Semoga bermanfaat. Amin..

Seni Mengatur Tabungan

mengatur tabungan
PELAKU UKM. Rasanya hampir setiap orang saat ini mempunyai tabungan. Tidak lagi menyimpan uang di bawah bantal. YAng membedakan cuma jumlah uang yang ditabung dan pilihan bank-nya. Sekarang ini ada banyak sekali bank di Indonesia, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional, bank swasta lokal, sampai bank daerah.

Pesoalan yang mendasar sebenarnya adalah bukan pada bagaimana memilih bank, tapi bagaimana mengatur tabungan itu sendiri agar memberikan manfaat pada pemiliknya. Pengaturan tersebut bukan hanya pada jumlah dana, tapi juga bagaimana dan kapan menarik atau menyimpan dana serta pola penggunaannya.

Ini penting, karena jika sekedar menempatkan dana dalam tabungan tetapi setiap saat ditarik, maka tidak ada bedanya dengan menempatkan uang dalam dompet. Fungsi dasar tabungan sebenarnya adalah dana untuk berjaga-jaga. Ini yang membedakan tabungan dengan deposito berjangka atau surat berharga, juga bentuk investasi perbankan lainnya. Jadi, tabungan tidak sepenuhnya merupakan investasi, karena investasi lazimnya memiliki jangka waktu serta imbal balik hasil yang diharapkan.

Deposito berjangka misalnya, bisa berjangka waktu 6 bulan atau 1 tahun. Tingkat bunganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Jika deposito ditarik sebelum jatuh tempo, pemilik dana akan terkena penalti. Hal itu tidak berlaku bagi tabungan. Seperti iklan minuman ringan, tabungan bisa ditarik kapan saja dan di mana saja. Itu sebabnya tabungan tidak memenuhi kriteria sebagai alat investasi.

Di samping itu, sesuai dengan kaidah keuangan, penghasilan seseorang akan dialokasikan untuk konsumsi, tabungan, invstasi, dan proteksi. Agar tabungan tidak sekedar menjadi cadangan bagi belanja konsumsi, tabungan juga harus dipilah menjadi tabungan untuk dana berjaga-jaga, dan tabungan untuk konsumsi.

Berjaga-jaga

Tabungan untuk berjaga-jaga peruntukannya untuk hal-hal tidak terduga, seperti biaya ke dokter, kado perkawian, dan segala kebutuhan yang tidak rutin lainnya. Jadi, setiap Anda gajian, harus ada sekian persen yang dimasukkan ke dalam tabungan untuk berjaga-jaga.

Manfaatnya, jika dalam bulan bersangkutan dana pada tabungan teersebut tidak terpakai, maka Anda telah memiliki dana untuk Anda gunakan sebagai dana investasi. Sebagai contoh, katakanlah Anda mengalokasikan 30% dari penghasilan untuk investasi, tetapi karena ada sisa tabungan berjaga-jaga yang tidak terpakai misalnya 5% dari penghasilan, maka Anda bisa menambahkannya ke dalam alokasi dana investasi sehingga menjadi 35%.

Lalu bagaimana dengan tabungan yang diperuntukkan untuk konsumsi? Tabungan untukkonsumsi sebenarnya hanyalah cara untuk memudahkan pengelolaan uang bulanan. Daripada memasukkan semua dana ke dalam dompet yang bukan saja tidak aman, tetapi juga tidak praktis. Alasannya, Anda tidak akan menghabiskan anggaran satu bulan dalam satu hari dan tidak juga semua transaksi mesti dilakukan dengan uang tunai.

Dengan latar belakang pemikiran tersebut, Anda boleh mempertimbangkan membiarkan tabungan konsumsi tetap berada di bank. Lalu bagaimana Anda harus membayar ketika belanja?

Sebagaimana prinsip pengelolaan keuangan, kebutuhan belanja rutin tentunya sudah diketahui sejak awal dan mungkin Anda juga sudah memiliki catatan belanja barang yang boleh dilakukan setiap bulannya. Dalam melakukan transaksi tersebut, bisa saja Anda menggunakan kartu kredit, lalu Anda lunasi dengan mengambil dana yang ada di tabungan tiap kali datang tagihan. Dengan cara itu, Anda juga lebih mudah mengevaluasi pengeluaran Anda.

Untuk pengeluaran lain, seperti membeli bensin atau ongkos transportasi dan uang saku harian, Anda bisa menempatkannya di dompet. Pertanyaannya, berapa banyak tabungan mesti diambil? Seberapa sering? Yang lazim, uang tunai yang Anda pegang, baik itu di dompet atau yang Anda simpan di tempat lain, peruntukannya tdak lebih dari penggunaan biaya transportasi, makan, dan hal lain yang merupakan kebutuhan rutin mendasar, maksimal selama seminggu. Lebih dari seminggu, uang tunai yang Anda pegang akan cukup besar dan Anda berpeluang membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak direncanakan. Selain itu, dengan uang tunai berlebih Anda juga beresiko kehilangan uang, misalnya dompet Anda hilang, dll.

Disiplin

dai ulasan di atas, jelas tabungan memang bukan alat investasi, melainkan hanya untuk berjaga-jaga, dan tempat sementara menyimpan dana sebelum dipergunakan untuk membiayai konsumsi. Keberhasilan mengelola tabungan akan sangat bergantung pada bagaimana Anda mendisiplinkan diri untuk konsisten pada pola yang telah Anda buat. Kuncinya bukan pada pola atau rencana yang Anda susun, melainkan pada implementasinya.

Jika mampu mengimplementasikan rencana Anda, maka hal yang sama juga akan mampu Anda terapkan untuk investasi lain. Misalnya, tidak menarik deposito berjangka sebelum jatuh tempo, menempatkan sebagian dana untuk membeli saham dan tidak tergoda menjual ketika Anda ingin membeli barang lain.

Sekali lagi, memahami pengelolaan tabungan yang optimal hanyalah satu hal. Hal lainnya kembali berpulang pada diri Anda sendiri.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..