| Infomasi Bisnis | Video Tutorial | Tips Bisnis | Bedah Peluang Usaha |

edoms

Adsense

Video Usaha Ternak Ayam Jawa Super

ayam jawa super
PELAKU UKM. Ayam jawa super, atau yang juga dikenal dengan ayam kampung super (kamper) adalah ayam dari hasil persilangan antara ayam kampung (biasanya) dengan ayam bangkok, atau ayam pelung. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan daging ayam kampung yang tidak pernah surut, bahkan semakin manunjukkan adanya peningkatan permintaan dari berbagai daerah.

Karena faktor itu, maka peternak ayam kampung kemudian berinisiatif untuk menyilangkan ayam kampung dengan ayam bangkok. Tujuannya adalah untuk menghasilkan anakan yang memiliki masa daging yang lebih banyak, namun tidak menghilangkan rasa khas daging ayam kampung.

Berikut ini bisa Anda simak video usaha ternak ayam jawa super.
Semoga bermanfaa. Amin...



Perempuan sebagai Target Pasar

target pasar
PELAKU UKM. Perempuan dan belanja. Mungkin memang sama sekali tidak bisa dipisahkan begitu saja. Tentu Anda pernah mengalami dimana ada seorang teman perempuan Anda (atau mungkin Anda sendiri) yang mengeluh tidak punya baju untuk pergi ke sebuah acara nanti malam, padahal ketika membuka lemari ternyata isinya sudah penuh sesak dengan baju-baju berbagai corak, motif dan model.

Karena merasa tidak mempunyai baju yang pas, akhirnya memutuskan untuk pergi ke mall untuk mencari baju yang dirasa cocok. Akhirnya baju itu didapat juga, tentu dengan melakukan banyak sekali inspeksi dari toko ke toko, mencari perbandingan harga yang pas. Dan selagi mencari perbandingan, sudah pasti juga mampir ke outlet-outlet yang memajang tulisan "sale" atau "discount" terlebih dahulu.

Itulah perempuan. Seakan-akan kegiatan belanja sudah menjadi bagian dari keseharian bagi sebagian besar perempuan, terutama di kota-kota besar. Perilaku ini yang kemudian menjadikan perempuan sebagai salah satu target pasar untuk banyak sekali bidang bisnis, terutama fahion, kosmetik, perawatan tubuh dan berbagai bisnis yang berkaitan dengan perempuan.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Spire Research and Consulting menunjukkan bahwa angka total pengeluaran belanja dunia ini 65% berasal dari kontribusi belanja perempuan. Mungkin angka itu akan semakin bertambah setiap tahunnya seiring dengan semakin tinggi pula jumlah perempuan yang juga bekerja, karena mereka tentunya memiliki pendapatan pribadi, sehingga tidak selalu bergantung dari pendapatan suami.

Hal ini terjadi, karena perempuan merupakan konsumen yang memang cederung sangat mudah untuk dipengaruhi. Dengan melakukian iming-iming yang tidak terlalu muluk, biasanya perempuan akan mudah untuk tertarik. Sebagai contoh, produk sabun detergen akan menjadi pilihan karena memberikan hadiah seuah piring untuk pembelian dengan jumlah tertentu, atau tawaran "beli 2 gratis 1" pada produk sirup.

Harga adalah Segalanya

Salah satu faktor yang sangat berpegaruh bagi perempuan dalam memutuskan untuk membeli atau tidak adalah faktor harga. Perempuan bisa berjalan keluar masuk toko dalam mencari barang yang dicarinya. Perbedaan harga Rp.500 saja bisa menjadi faktor penentu. Tidak harus murah, tapi sebanding dengan apa yang didapat.

Ada 2 tipikal perempuan bila dilihat dari penilaian mereka terhadap harga. Ada yang semakin murah semakin dicari, ada juga yang semakin mahal justru yang sangat dicari. Tergantung dari kelas ekonomi biasanya.

Kecantikan Nomer Satu

Perempuan mana yang tidak ingin tampil cantik? Perempuan akan rela melakukan banyak hal untuk bisa selalu tampil cantik. Itulah sebabnya, tidak sedikit perempuan yang rela malkukan diet ketat, mengikuti latihan senam, yoga, mengkonsumsi suplemen, dll.

Karena kebutuhan itu, bisnis-bisnis yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan perempuan untuk senantiasa tampil cantik selalu ramai dan selalu dicari.

Nah, dengan sifat-sifat seperti ini Anda bisa menyusun strategi untuk memikat pasar perempuan. Misalnya, dari sisi komunikasi para marketer bisa menggunakan konsep cantik untuk menyasar pasar perempuan. Jangan lepaskan sisi ini ketika berkomunikasi dengan perempuan. Ingat-ingat juga bahwa perempuan itu sensitif terhadap harga. Artinya, bukan berarti harus selalu menawarkan harga paling murah. Tapi kita harus mampu memberikan sesuatu yang sebanding dengan apa yang mereka keluarkan.

Berikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, maka dengan rela hati mereka akan mengeluarkan uang untuk itu. Kalau mereka merasa senang dengan apa yang kita tawarkan, perempuan tidak segan-segan merekomendasikannya kepada lingkungan sekitarnya atau bahkan menyebarluaskannya di media sosial. Perempuan adalah makluk yang sangat sosial. Kalau Anda lihat berbagai hasil riset, merekalah yang paling banyak menggunakan media sosial.

Perempuan pada dasarnya tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin dimengerti dan dipenuhi kebutuhan dan keinginannya. Pertanyaannya, sudahkah Anda memahami perempuan? Sekarang sudah bukan lagi zaman perempuan ikut apa kata orang tua dan suami. Mereka punya suara sendiri, dan suara itu terdengar sangat lantang saat ini. Siapkah Anda menghadapi hal ini? Well, siap atau tidak mereka sudah menjadi kekuatan yang sangat besar di pasar.

Semoga bermanfaat. Amin...


Anda Harus Berhenti Berinvestasi Sekarang !!

investasi
PELAKU UKM. Berinvestasi itu bertujuan untuk memperoleh jaminan di masa depan. Baik berupa aset barang, uang, maupun aset lainnya. Tapi apakah melakukan investasi ada masa berhentinya? Berhenti berinvestasi? Ya. Apapun yang dilakukan  dalam hidup ini ada saat memulai, dan ada juga saatnya anda harus berhenti. Investasi juga tidak terkecuali. Suatu saat Anda harus memutuskan untuk berhenti. Ada periode di mana Anda harus berinvstasi, lalu periode di mana Anda menikmati hasilnya, yakni ketika masa tua atau masa tidak produktif lagi.

Tapi, kenyataannya masih banyak orang-orang yang bahkan belum sama sekali memulai untuk berinvestasi. Ada juga yang sudah berinvestasi, lalu tidak lama kemudian berhenti. Kemudian tidak sedikit pula yang terus-terusan melakukan investasi tapi sama sekali belum pernah menikmati hasilnya. Semua itu pastinya tidak benar, karena investasi merupaka kegiatan yang seharusnya mempunyai tujuan. Jika tujuan tersebut tercapai, maka kegiatan mestinya berhenti lalu kemudian beralih pada tujuan selanjutnya. Maka, sebelum kita berinvestasi, maka kita harus terlebih dahulu menentukan tujuan melakukan investasi.

Ada yang ingin asetnya tambah banyak, ada yang ingin memiliki rumah dan mobil. Pendeknya, keinginan-keinginan itu yang akhirnya menjadi tujuan seseorang berinvestasi. Tujuan bisa dibedakan menjadi tujuan jangka pendek, mengah, dan panjang.

Masalahnya, tidak sedikit kalangan yang tidak mempedulikan jangka waktu investasi ketika menempatkan dananya dalam suatu instrumen investasi. Yang dicari hanya imbal hasil yang besar dalam kurun waktu yang sesingkatnya. Ini bukan saja keliru, api juga membahayakan si pelaku investasi, karena sering kali pemilik dana berubah menjadi spekulatif. Mencari instrumen investasi beresiko tinggi. Tidak sesuai dengan karakteristik pemilik dana dan atau menempatkan dana pada instrumen investasi yang tidak dipahami. Alhasil, bukannya memperoleh hasil yang besar malah kehilangan dana dengan cepat, karena investasi yang dipilih gagal. Penting diperhatikan dan dilakukan, sebelum melakukan investasi, maka menentukan tujuan investasi dan jangka waktu investasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Tujuan Investasi

Setidaknya ada 3 hal besar yang harus dijawab untuk mengkategorikan tujuan berinvestasi, yakni apakah hasil investasi diperlukan untuk menambah pendapatan bulanan, atau hasil investasi ingin dikumpulkan sehingga bisa membeli suatu aset baru, atau hasil investasi ingin diinvestasikan kembali, seperti peternakan uang?

Jiki hasil investasi dibutuhkan untuk menambah hasil pendapatan bulanan, berarti dana yang diinvestasikan tidak akan mengalamai penambahan nilai. Tujuan investasi adalah meminta dana yang Anda miliki "bekerja" sehingga memberikan pendapatan tambahan untuk membiayai kegiatan Anda sehari-hari. Tujuan seperti ini tentu sulit untuk memberikan imbal hasil investasi yang besar, karena tujuannya adalah kelanggengan hasil investasi. Dan untuk bisa langgeng, mestinya resiko dari kegiatan investasi tersebut harus rendah. Investasi yang dilakukan tidak boleh mengalami kecelakaan. Sayangnya, pada prakteknya, pilihan investasi dengan tujuan seperti ini tidak membuat pemilik dana bertambah kaya, karena hasil investasi akan habis dinikmati, sementara pokok invesatasi tidak bertambah, malah berkurang karena tergerus inflasi.

Bagaimana jika tujuan investasi anda adalah agar suatu ketika memiliki dana cukup untuk membeli aset baru? Katakan, Anda ingin membeli rumah yang lebh besar. Jika tujuannya seperti ini, maka yang menjadi faktor penentu adalah kapan keinginan tersebut ingin dicapai. Dalam kurun watu berapa lama Anda ingin mendapatkan hasil yang cukup untuk membeli rumah baru. Kemudian harus jelas juga apakah dana yang dibutuhkan itu hanya dari hasil investasi atau pokk ditambah hasilnya. Jika hanya dari hasilnya, tentu jangka waktu yang dibutuhkan akan lebih lama jika dibandingkan dengan pokok plus imbal hasilnya.

Lebih dari itu, jika hanya mengharapkan imbal hasil investasi untuk membeli aset baru, relatif kurang masuk akal karena imbal hasil lazimnya adalah setara dengan bunga pinjaman bank, jika aset yang dibeli menggunakan pinjaman bank. Dengan kata lain, hasil investasi hanyalah untuk membiayai pinjaman bank, sedangkan pinjaman itu sendiri akan dilunasi pada saat jatuh tempo dengan menggunakan pokok investasi. Kesimpulannya, investasi yang bertujuan untuk bisa membeli aset baru, sangat ditentukan oleh jangka waktu investasi itu sendiri.

Yang paling baik sesungguhnya adalah ketika investasi merupakan cara untuk menyiapkan kebutuhan finansial ketika memasuki usia tidak produktif. Invstasi dilakukan sedini mungkin, lalu imbal hasil secara terus-menerus ditambahkan ke dalam pokok investasi dan kemudian diinvestasikan kembali. Investasi seperti ini disebut dengan investasi untuk persiapan hari tua.

Konsumtif

Lalu bagaimana dengan harapan terhadap imbal hasil investasi tersebut? Hanya ada 2 jenis imbal hasil yang relevan, yakni, imbal hasil rendah dengan resiko rendah, dan atau ibal hasil moderat dengan resiko sedang. Jika usia Anda saat memulai investasi masih cukup muda, maka Anda boleh memilih instrumen investasi dengan resiko moderat. dalam konteks ini, yang diharapkan adalah imbal hasil yang lebih besar. Namun jika usia Anda memasuki usia "matang", sebaiknya memilih investasi dengan resiko rendah. Sebab yang diharapkan adalah kepastian akan imbal hasil, buka besarnya imbal hasil.

Jika investasi hanya untuk sekedar menambah penghasilan bulanan, sebaiknya hentikan investasi seperti itu. Kenapa? Karena hasil investasi yang Anda peroleh mata-mata akan dipergunakan untuk konsumsi, yang pada gilirannya akan mengubah gaya hidup Anda. Anda akan berupaya mendapatkan imbal hasil yang lebih besar ntuk memenuhi kebutuhan konsumtif Anda. Ujung-ujungnya, Anda bisa terjebak pada investasi spekulatif yang bukannya memberikan imbal hasil, tapi malah menghilangkan dana investasi Anda.

Jika tujuan investasi Anda seperti itu, sebaiknya berhenti berinvestasi. Kecuali Anda mengubah tujuan investasi Anda. Tapi jika investasi yang Anda lakukan memang bertujuan untuk meningkatkan aset dan apalagi bertujuan agar uang Anda bekerja sepanjang masa sehingga bisa dinikmati ketika Anda memasuki usia tidak produktif, maka itu disebut sebagai investasi sejati dan boleh Anda teruskan.

Semoga bermanfaat. Amin...



Guru Besar itu Bernama YOUTUBE

youtube
PELAKU UKM. Pengguna internet sekarang ini tentu sudah sangat mengenal dengan sebuah situs video blog bernama YouTube. Terlebih dengan semakin maraknya pengguna smartphone yang bisa mengakses internet dengan mudah, masyarakat menjadi begitu terbiasa dengan kehadiran YouTube. Banyak orang yang mengunggah berbagai video, dan tidak sedikit juga yang mengunduh berbagai video dari situs ini.

Selain sebagai sarana sosial media berbasis audio visual, YouTube muncul sebagai jawaban alternatif yang sangat baik untuk memperoleh berbagai informasi, karena berbentuk video sehingga lebih mudah dipahami, terlebih bagi masyarakat Indonesia yang umumnya kurang akrab dengan kegiatan membaca.

Hal ini juga berdampak pada penciptaan berbagai peluang usaha yang bisa di dapat dari berbagai video yang bisa di dapat di YouTube. Terbukti dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang mendapatkan keahliannya dari video-video yang didapat dari YouTube ini. Mulai dari menjadi seorang pengajar dengan mengunggah berbagai video tutorial, hingga membuka usaha di dunia nyata.

Ini yang dijalani oleh Ayung, seorang terapis pijat yang mendapatkan keahlian memijat dari YouTube. Berbekal jaringan internet dan kemauan keras, usaha terapi pijatnya sekarang ini cukup di kenal di Bandung sebagai pijat panggilan online. Meski tidak membuka tempat praktek pijat, usahanya mendapat apresiasi tersendiri di mata konsumen. "Saya cuma punya tenaga dan kemauan. Ilmu pijat saya dapat dari mengunduh berbagai video terapi pijat di YouTube. Setelah praktek uji coba ke keluarga, baru kemudian saya percaya diri memasarkan jasa saya untuk orang lain". Ia memperkenalkan usahanya melalui jaringan online, juga dengan membagikan selebaran pada event mingguan seperti car free day, atau event-event lainnya.

Lalu ada juga Popy, seorang ibu rumah tangga yang sekarang disibukkan dengan orderan kue kering, terlebih ketika masa lebaran. "Saya mulai belajar dari video-video di YouTube, soalnya untuk kursus pembuatan kue rasanya kk terlalu mahal. Selain dari YouTube saya juga sering ikut kelas-kelas online di grup Facebook".

Mudah dimengerti

Rasanya semua orang setuju bahwa visualisasi lebih mudah ditangkap daripada literasi, terlebih untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. YouTube sangat cocok dalam memenuhi kebutuhan ini, karena memang YouTube menyajikan video sebagai fitur utamanya. Orang-orang bisa saling mengunggah berbagai video mengenai banyak hal, termasuk berbagai video tutorial ataupun video liputan, juga tema lainnya.

Anda bisa belajar banyak dengan menyimak berbagai pilihan video yang ada dengan mengetikkan kata kunci yang Anda cari.

Selalu lakukan uji coba

Seperti halnya belajar, tentunya dibutuhkan suatu uji coba terlebih dahulu sebelum akhirnya siap menjadikannya sebuah bisnis yang nyata. Berbeda dengan menimba ilmu dari kelas kursus di mana Anda bisa secara langsung menyaksikan juga melakukan praktek secara instan, dengan menyimak video dari YouTube Anda hanya bisa melihat video, tanpa bisa secara langsung mempraktekkannya.

Untuk itu, Anda harus selalu melakukan sendiri praktek uji coba terlebih dahulu sebelum memasarkan apa yang Anda pelajari. Jika Anda membutuhkan saran, Anda bisa menyimak kolom komentar pada video bersangkutan apakah persoalan yang Anda hadapi sudah pernah dibahas sebelumnya atau belum. Jika belum, maka Anda bisa menghubungi pemilik video pada kolom komentar.

Jangan takut berbagi

Seperti diri Anda pada awalnya, selalu ada saja orang yang juga sedang mencari referensi untuk mempelajari sesuatu. Jika Anda telah menguasai sebuah ilmu dari YouTube, maka saatnya Anda berbagi pengalaman Anda. Jangan menyimpan semua pengalaman Anda sendiri, tapi bagikan kepada orang lain yang mungkin juga membutuhkan ilmu yang sudah Anda kuasai.

Dengan berbagi pengalaman, Anda juga secara otomatis mengulang kembali apa yang sudah Anda pelajari. Anda akan mendapat banyak keunungan dengan berbagi pengalaman ini. Pertama, Anda tidak akan lupa dengan apa yang sudah Anda pelajari, karena Anda terus menerus mengulangi apa yang Anda pelajari itu dengan berbagi. Kedua, Anda akan memperluas jaringan komunikasi bisnis Anda. Ketiga, Anda memiliki tabungan pahala tentunya. Lalu terakhir, jika Anda menuangkannya pada blog atau mengunggah video  pengalaman Anda di YouTube, Anda bisa memonetisasi konten Anda tersebut sehingga Anda bisa berbagi ilmu sekaligus mendapat komisi dari iklan yang muncul pada konten Anda.

Bagaimana, masih beralasan tidak punya ilmu untuk melakukan usaha sendiri? Semuanya tidak ada yang tidak mungkin jika memang ada kemauan bukan?

Semoga bermanfaat. Amin...